Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker

Published by PLI BC ATAMBUA on

Ketersediaan antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker sangat dibutuhkan guna melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran Virus Corona di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, pemerintah mengambil langkah berupa larangan sementara ekspor barang-barang tersebut.

Peraturan mengenai larangan sementara ekspor ini mulai berlaku tanggal 18 Maret 2020 sampai dengan 30 Juni 2020. Dalam hal diperlukan, Menteri Perdagangan dapat mengecualikan ketentuan yang diatur. Untuk mendapatkan pengecualian , eksportir harus mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri secara elektronik melalui http://inatrade.kemendag.go.id

Uraian barang larangan sementara ekspor antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker:

  • Etil alkohol yang tidak didenaturasi dengan kadar alkohol 80% atau lebih menurut volumenya
  • Etil alkohol dan alkohol lainnya didenaturasi, berapapun kadarnya
  • Antiseptik hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya yang berbasis alkohol
  • Hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya mengandung campuran dari asam ter baru bara dan alkali
  • Hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya dalam kemasan aerosol
  • Hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya selain yang mengandung campuran dari asam ter batu bara dan alkali, serta tidak dalam kemasan aerosol
  • Kain bukan tenunan jenis meltblown nonwoven terbuat dari filamen buatan dengan berat tidak lebih dari 25 g/m2
  • Kain bukan tenunan jenis meltblown nonwoven terbuat dari bahan selain filamen buatan dengan berat tidak lebih dari 25 g/m2
  • Pakaian pelindung medis
  • Pakaian Bedah
Peraturan terkait dapat diakses melalui link berikut .
Categories: Sosialisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telp: 0821 4575 9161 | E-mail: [email protected]