Bea Cukai Atambua Gagalkan Penyelundupan 192 Liter MMEA

Published by PLI BC ATAMBUA on

Atambua (22/04/2019) – Bea Cukai Atambua kembali meneguhkan komitmen dalam upaya menjaga arus lalu lintas barang di wilayah perbatasan dengan melakukan penindakan terhadap Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) pada Kamis 18 April 2019.

Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini diawali saat petugas Bea Cukai Atambua melihat gelagat mencurigakan di sekitar perbatasan Pantai Mota’ain. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan adanya kegiatan penyelundupan MMEA dari Timor Leste ke Indonesia. Saat akan dilakukan penindakan, pelaku berhasil melarikan diri dan meninggalkan barang bukti yang akan diselundupkan yaitu berupa 16 (enam belas) karton (atau setara dengan 192 liter) MMEA golongan B tanpa pita cukai merk oranjeboom.

Hal ini merupakan pelanggaran di bidang kepabeanan dan dapat dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf e Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang berbunyi: “Setiap orang yang menyembunyikan barang impor secara melawan hukum dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”.

Selain itu, kegiatan tersebut juga melanggar Undang – Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai yang berbunyi: Pasal 54 “Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar”.

Categories: Info Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telp: 0821 4575 9161 | E-mail: [email protected]