Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ekspor 104 Ton Rotan ke Timor Leste

Published by PLI BC ATAMBUA on

Atambua (11/04/2019) – Hari ini Bea Cukai Atambua mengadakan konferensi pers di Pos Pengawasan Atapupu mengenai penggagalan penyelundupan ekspor rotan ke Timor Leste oleh Tim Patroli Laut Bea Cukai Operasi Jaring Wallacea dengan menggunakan kapal BC 7002.

Pada awalnya rotan diangkut dari Pelabuhan Panarukan, Jawa Timur dengan menggunakan kapal KLM MAJU BERSAMA yang dinahkodai RF menuju Pelabuhan Dili, Timor Leste. Saat kapal tersebut melintas di perairan sekitar Pulau Kambing pada Jum’at 5 April 2019 pukul 03.40 WITA, kapal ditegah oleh Tim Patroli Laut Bea Cukai Operasi Jaring Wallacea karena diduga mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dokumen pabean. Setelah dilakukan pemeriksaan kedapatan bahwa kapal tersebut bermuatan rotan dan akan dikirim ke Timor Leste tanpa dilengkapi dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang. Guna memudahkan pembongkaran dan pencacahan muatan kapal, selanjutnya kapal KLM MAJU BERSAMA dibawa ke Pelabuhan Atapupu, Belu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencacahan terhadap muatan kapal KLM MAJU BERSAMA, diperoleh barang bukti berupa rotan berjumlah kurang lebih 1.690 Ikat (+ 104,375 ton) dengan nilai barang diperkirakan sekitar Rp1.878.750.000,00 (satu miliar delapan ratus tujuh puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Kegiatan kapal KLM. MAJU BERSAMA merupakan pelanggaran di bidang kepabeanan dan dapat dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102A huruf a Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang berbunyi: “Setiap orang yang mengekspor barang ekspor tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan pidana penjara paling lama lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah dan paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah)”.

Selain itu, kegiatan tersebut juga melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 44/M-DAG/PER/7/2012 tentang Barang Dilarang Ekspor. Untuk penyelesaian atas pelanggaran tersebut, sedang dilakukan proses hukum berupa penyidikan oleh Penyidik dari Kantor Bea Cukai Atambua.

Keberhasilan penindakan terhadap penyelundupan ekspor rotan tersebut merupakan bukti bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk pelanggaran Perundang-undangan di bidang Kepabeanan dan Cukai untuk menuju Bea Cukai Makin Baik.

Categories: Info Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telp: 0821 4575 9161 | E-mail: [email protected]